Di tengah rutinitas bisnis yang ikut berubah selama Ramadan, banyak pelaku usaha menghadapi tantangan yang sama: bagaimana tetap menjalankan bisnis dengan baik tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga.
Sribu memilih menjawab tantangan tersebut dengan satu pesan sederhana: Ramadan tidak harus penuh drama.
Lewat kampanye “Ramadan Tanpa Drama”, Sribu mengajak pelaku usaha untuk mulai mendelegasikan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh freelancer, sehingga mereka bisa tetap fokus menjalankan bisnis tanpa harus mengerjakan semuanya sendiri.
Pendekatan ini pun mendapat apresiasi melalui Do Good Marketing Award 2026, yang diselenggarakan oleh MCorp pada Maret 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kampanye “Ramadan Tanpa Drama” yang dihadirkan Sribu selama periode Ramadan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjalankan bisnis di bulan Ramadan tidak harus penuh tekanan. Banyak pekerjaan operasional yang sebenarnya dapat didelegasikan,” ujar Anangga Gunawan, Marketing Manager Sribu.
View this post on Instagram
Dari Promosi hingga Operasional Bisnis
Bagi Sribu, “Ramadan Tanpa Drama” bukan hanya tentang mendorong pelaku usaha menggunakan freelancer untuk kebutuhan promosi.
Kampanye ini juga membawa pesan bahwa freelancer dapat menjadi bagian dari cara bisnis bekerja dengan lebih fleksibel.
Melalui Sribu, pemilik bisnis dapat menemukan tenaga profesional untuk berbagai kebutuhan, mulai dari desain grafis, pengelolaan media sosial, digital marketing, pembuatan website, hingga konten promosi.
Sribu juga menyediakan beberapa cara bagi bisnis untuk menemukan freelancer yang sesuai dengan kebutuhannya, termasuk melalui Job Post dan Kontes Desain.
Dengan mendelegasikan pekerjaan tertentu kepada freelancer, pemilik bisnis dapat mengalokasikan waktu dan energi untuk hal-hal yang lebih penting bagi perkembangan usahanya.
Pendekatan tersebut juga terlihat dari perubahan kebutuhan pelaku usaha selama Ramadan.
Berdasarkan data sementara Sribu, transaksi di platform meningkat hingga 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada layanan yang berkaitan dengan promosi Ramadan. Sribu juga melihat meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang lebih strategis, termasuk kebutuhan operasional dan legalitas bisnis.
“Sejauh ini kami melihat adanya kenaikan transaksi di kisaran 10–15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Anangga.
Menurut Sribu, tren tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang mulai melihat Ramadan bukan hanya sebagai momentum untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merapikan berbagai kebutuhan bisnis.
Freelancer Jadi Bagian dari Strategi Bisnis
Meningkatnya jumlah proyek selama Ramadan hingga menjelang Lebaran juga memberikan dampak bagi freelancer di platform Sribu.
Lebih banyak kebutuhan bisnis berarti lebih banyak peluang bagi talenta digital untuk mendapatkan proyek dan membantu berbagai jenis usaha.
Kebutuhan tersebut bahkan mulai muncul sebelum Ramadan berakhir.
Banyak bisnis telah menyiapkan materi promosi sejak Ramadan, mulai dari kampanye diskon Lebaran hingga persiapan peluncuran produk baru setelah Lebaran.
“Banyak bisnis mulai menyiapkan berbagai materi promosi sejak Ramadan, seperti kampanye diskon Lebaran atau peluncuran produk baru,” kata Anangga.
Hal ini sejalan dengan peran yang ingin terus dibangun Sribu: bukan sekadar mempertemukan bisnis dengan freelancer, tetapi membantu keduanya bekerja bersama dengan cara yang lebih fleksibel.
Dari Sukses dengan Freelancer, Menjadi Ibadah dengan Freelancer
Semangat “Ramadan Tanpa Drama” tidak berhenti pada kebutuhan bisnis.
Sribu juga ingin menunjukkan bahwa freelancer bisa membantu mewujudkan berbagai momen berarti selama Ramadan.
Salah satunya berangkat dari kebiasaan yang cukup dekat dengan masyarakat: wacana buka bersama yang sering kali berakhir tidak jadi.

Melalui kampanye ini, Sribu membantu dua komunitas mewujudkan acara buka bersama dengan memanfaatkan jasa freelancer di platform Sribu.
Mulai dari MC, tim dokumentasi lengkap, banner untuk dekorasi, hingga makanan siap santap, seluruh kebutuhan acara dibantu oleh freelancer.
Bagi Sribu, aktivitas ini punya makna yang lebih besar.
Selama ini, Sribu membawa semangat “Sukses dengan Freelancer.” Namun di bulan Ramadan, pesan tersebut berkembang menjadi “Ibadah dengan Freelancer.”
Pesannya sederhana.
Ketika seseorang menggunakan jasa freelancer selama Ramadan, mereka tidak hanya menyelesaikan pekerjaan atau kebutuhannya. Mereka juga memberikan kesempatan bagi freelancer untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.
View this post on Instagram
View this post on Instagram
Dengan semangat tersebut, Sribu ingin mengajak lebih banyak orang melihat freelancer bukan hanya sebagai solusi untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari semangat berbagi di bulan Ramadan.
Pekerjaan tetap jalan, freelancer tetap dapat peluang, dan Ramadan pun menjadi lebih bermakna.
Apresiasi untuk Kampanye “Ramadan Tanpa Drama”
Bagi Sribu, diraihnya Do Good Marketing Award 2026 menjadi sebuah apresiasi atas pendekatan yang dibawa melalui “Ramadan Tanpa Drama”.
Kampanye ini berangkat dari situasi yang sederhana dan dekat dengan keseharian pelaku usaha: bisnis harus tetap berjalan, tetapi Ramadan juga merupakan waktu untuk keluarga.
Sribu percaya bahwa keduanya tidak harus dipertentangkan.
Dengan memanfaatkan freelancer untuk pekerjaan yang tepat, pelaku usaha dapat tetap menjalankan kebutuhan bisnis sekaligus memiliki ruang untuk menjalani Ramadan dengan lebih tenang.
Penghargaan Do Good Marketing Award 2026 dari MCorp menjadi salah satu pengakuan atas upaya tersebut.
Ke depan, Sribu akan terus mendorong pemanfaatan freelancer sebagai bagian dari ekosistem bisnis Indonesia—membantu pelaku usaha bekerja lebih fleksibel, sementara membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta profesional untuk berkembang melalui pekerjaan yang mereka lakukan.


