Rabu, 6 Agustus 2025 lalu, Sribu mengadakan sebuah acara bertajuk Sribu Media Day, yang mengusung tema “Sribu & The Quest For Cuan”.
Acara ini diadakan untuk memperkenalkan jasa freelancer terkurasi sebagai solusi untuk membantu aktivitas pengembangan bisnis.
“Bisnis tahu bahwa mereka harus jalan, tapi takut salah langkah,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO & Founder Sribu.

“Makanya, Sribu hadir sebagai peta jalan untuk bisnis bergerak cepat, tapi tetap aman.”
Ia menambahkan bahwa transformasi digital tetap menjadi kebutuhan utama bagi banyak bisnis.
Namun, proses tersebut kerap terkendala risiko biaya dan ketidakpastian hasil.
“Lewat Sribu, kami ingin menunjukkan bahwa bisnis tetap bisa bergerak dan bertumbuh tanpa harus menanggung risiko besar.
Sribu menghadirkan sistem kerja yang fleksibel, cepat, dan terukur melalui kolaborasi dengan freelancer terkurasi,” kata Ryan.










Kemudian, Sribu juga sukses dan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi individu.
Contohnya, seorang freelancer asal Pasuruan, Khafid tercatat berhasil memperoleh lebih dari Rp150 juta dari proyek-proyek yang didapatkan melalui platform Sribu sepanjang tahun 2025.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan tidak harus berisiko.
Dengan sistem kerja berbasis proyek dan dukungan jaringan freelancer lokal, kami ingin menciptakan ekosistem kerja yang menguntungkan bagi semua pihak,” ujar Ryan.
Selain itu, di acara ini Sribu pun mengumumkan ajang tahunan bentuk apresiasi untuk para freelancer, SRIBUFEST, yang akan kembali di penghujung tahun 2025.












