Cara membuat video untuk TikTok dan IG Reels adalah dengan fokus pada durasi singkat, pembuka yang kuat, dan konsep visual yang dinamis.
Kedua platform ini mengutamakan video vertikal berdurasi maksimal 60 detik, sehingga pesan utama harus disampaikan cepat, jelas, dan menarik sejak detik pertama
Tentukan Tujuan & Ide Utama #
Sebelum mulai merekam, tentukan dulu tujuan video Anda: apakah ingin membangun brand awareness, memperkenalkan produk, atau mengedukasi audiens.
Tujuan ini akan menentukan gaya dan tone video.
Misalnya, jika Anda menjual produk, buat konten demo atau review cepat.
Jika ingin menarik engagement, buat video dengan storytelling ringan atau tren yang sedang viral.
Ide sederhana dengan pesan jelas lebih efektif dibanding konsep rumit yang sulit dicerna.
Gunakan Format Vertikal & Framing Rapi #
TikTok dan IG Reels menggunakan format 9:16 (vertikal), jadi pastikan semua elemen video — seperti teks, produk, dan wajah pembicara — tetap berada di tengah layar agar tidak terpotong.
Gunakan juga cahaya alami atau ring light sederhana untuk menonjolkan detail visual.
Jika merekam di luar ruangan, pastikan pencahayaan datang dari depan, bukan dari belakang.
Visual yang terang dan jelas akan membuat penonton berhenti scrolling dan menonton konten Anda lebih lama.
Optimalkan 3 Detik Pertama #
Tiga detik pertama adalah momen krusial untuk mencuri perhatian di sosial media.
Mulailah dengan hook yang kuat — pertanyaan, fakta menarik, atau situasi yang membuat orang ingin tahu kelanjutannya.
Contoh:
- “Kalau tahu trik ini, video promomu bisa FYP terus!”
- “Cuma pakai HP, tapi hasilnya kayak video profesional!”
Pendekatan seperti ini bisa membantu mempertahankan watch time, faktor penting untuk algoritma TikTok dan Reels.
Gunakan Musik dan Tren yang Relevan #
Kedua platform ini sangat bergantung pada tren audio dan musik populer.
Jadi, pilih lagu yang sedang viral, tapi pastikan tetap sesuai dengan konteks brand Anda.
Jangan asal ikut tren tanpa ada artinya — gunakan musik sebagai pendukung emosional video, bukan sekadar “hiasan”.
Freelancer jasa edit video di Sribu sering membantu bisnis memilih musik dan tone visual yang tepat agar konten video promosi tidak terlihat generik, tapi tetap relevan dengan target audiens.


