Bagaimana Cara Menulis Untuk Audiens Yang Masih “Asing”?

Cara menulis untuk audiens yang masih “asing” dengan brand atau bisnis Anda adalah dengan fokus membangun rasa percaya dan relevansi sebelum menawarkan produk atau layanan.

Saat orang belum mengenal Anda, tujuan utama tulisan bukan untuk langsung menjual, tapi untuk membuat mereka merasa nyambung — bahwa brand Anda memahami kebutuhan dan bahasa mereka.

Kenali Dulu Siapa yang Diajak Bicara #

Langkah pertama adalah memahami siapa target audiens Anda: apa kebiasaan mereka, apa yang mereka cari, dan masalah apa yang sering mereka hadapi.

Tulisan yang akan terasa dekat muncul dari empati Anda, bukan asumsi.

Misalnya, jika target Anda adalah pelaku UMKM, jangan langsung bicara tentang “strategi branding tingkat lanjut.”

Mulailah dari hal yang akan mereka pahami, seperti “cara membuat toko online lebih dipercaya pelanggan.”

Freelancer digital marketing di Sribu sering membantu brand menganalisis profil audiens secara mendalam sebelum menulis konten, sehingga pesan yang disampaikan tidak salah arah sejak awal.

Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Hangat #

Ketika audiens belum mengenal Anda, bahasa yang terlalu teknis atau kaku justru akan menciptakan kejenjangan.

Jadi, gunakan gaya bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan terasa manusiawi.

Alih-alih menulis: “Kami menyediakan solusi digital terintegrasi untuk optimasi performa bisnis Anda.”

Coba ubah menjadi: “Kami bantu bisnis Anda tampil lebih profesional dan mudah ditemukan pelanggan di internet.”

Versi kedua terasa lebih akrab, mudah diingat, dan langsung menjelaskan manfaat tanpa jargon rumit.

Ceritakan Nilai & Manfaat, Bukan Sekadar Produk #

Audiens baru tidak tertarik dengan apa yang Anda jual, melainkan kenapa mereka harus peduli.

Gunakan storytelling untuk memperkenalkan nilai dan kepribadian brand Anda.

Ceritakan bagaimana bisnis Anda berdiri, siapa orang di baliknya, dan mengapa Anda peduli terhadap masalah yang mereka hadapi.

Contoh: “Kami memulai dari satu meja kecil di Jakarta, dengan niat membantu bisnis kecil punya tampilan profesional di dunia digital.”

alimat seperti ini membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dibanding sekadar deskripsi layanan.

Bangun Kredibilitas Secara Bertahap #

Audiens yang baru mengenal brand Anda butuh alasan untuk percaya.

Oleh karena itu, tambahkan elemen yang memperkuat kepercayaan, seperti:

  • Testimoni pelanggan sebelumnya
  • Portofolio hasil kerja
  • Pencapaian atau sertifikasi