Bagaimana Cara Mengukur Performa Email Marketing?

Cara mengukur performa email marketing adalah dengan memperhatikan empat metrik utama: open rate, click-through rate (CTR), conversion rate, dan unsubscribe rate.

Keempatnya membantu Anda memahami apakah strategi email yang dijalankan sudah efektif atau masih perlu disesuaikan.

Open Rate – Seberapa Banyak Orang Membuka Email Anda #

Open rate menunjukkan persentase penerima yang membuka email dari total yang dikirim.

Angka ini memberi gambaran seberapa menarik subyek dan waktu pengiriman email Anda.

Rata-rata open rate yang baik untuk industri umum berada di kisaran 20–30%.

Jika angkanya lebih rendah, mungkin baris subyek terlalu datar atau jadwal pengirimannya kurang tepat.

(Freelancer jasa email marketing di Sribu bisa membantu Anda menulis email yang menarik dan menyesuaikan waktu pengiriman agar lebih sering dibuka oleh audiens yang dituju.)

Click-Through Rate (CTR) – Apakah Email Mendorong Aksi Nyata? #

CTR mengukur berapa banyak penerima yang mengklik tautan dalam email.

Ini menandakan seberapa relevan isi email dan seberapa kuat ajakan bertindak (CTA) yang Anda gunakan.

Jika CTR rendah, kemungkinan isi email terlalu generik atau ajakan tindakan tidak jelas.

Gunakan tombol CTA yang menonjol dan kalimat yang mengundang rasa penasaran, seperti “Lihat Penawarannya” atau “Pelajari Strateginya.”

Conversion Rate – Apakah Tujuan Kampanye Tercapai? #

Conversion rate menunjukkan berapa banyak penerima email yang melakukan tindakan yang diinginkan, misalnya membeli produk, mendaftar webinar, atau mengisi formulir.

Untuk mengukur metrik ini, Anda perlu menautkan sistem pelacakan seperti Google Analytics atau fitur conversion tracking di platform email Anda.

Dari sini Anda akan bisa melihat kampanye mana yang paling efektif menghasilkan hasil nyata untuk bisnis.

Unsubscribe Rate – Sinyal Kepuasan Pelanggan #

Tingkat berhenti berlangganan (unsubscribe rate) menggambarkan apakah pelanggan merasa email Anda masih relevan.

Idealnya, angka ini tidak melebihi 0,5%.

Jika lebih tinggi, berarti frekuensi pengiriman terlalu sering atau isi pesan kurang sesuai dengan kebutuhan penerima.

Solusinya, segmentasikan audiens Anda dan kirimkan email yang lebih personal.