Apa itu CSS? Fungsi, Contoh, & Cara Kerjanya (Lengkap)

css adalah
Sumber Gambar: Freepik

Cascading Style Sheets (CSS) adalah bahasa coding yang biasa dipakai untuk mendesain tampilan halaman website.

Secara garis besar, bahasa coding ini memungkinkan programmer untuk mengimplementasikan desain atau gaya visual ke dokumen HTML, seperti warna, font, dan layout.

Fungsinya adalah untuk meningkatkan kualitas tampilan konten website tanpa mengubah substansi informasi yang ingin disampaikan.

Di artikel ini, saya akan menjelaskan secara gamblang sampai ke akar-akarnya, tentang apa itu CSS.

Diharapkan, artikel ini dapat membantu mempermudah pekerjaan Anda dalam proses desain dan pembuatan website.

Apa itu Cascading Style Sheets (CSS)?

css adalah

CSS, singkatan dari Cascading Style Sheets, adalah bahasa program khusus untuk mengatur tampilan serta desain website.

Berbeda dengan HTML yang terfokus pada struktur konten, CSS berfungsi untuk menentukan gaya visual seperti warna, font, dan layout sebuah situs web.

Bahasa program ini dapat mengontrol berbagai aspek visual halaman web, seperti:

  • Tipografi: Jenis huruf, ukuran huruf, warna teks, dan gaya teks (misalnya, tebal, miring, garis bawah).
  • Tata Letak: Posisi elemen, margin, padding, dan border.
  • Warna: Warna latar belakang, warna elemen, dan gradien.
  • Dekorasi: Gambar latar belakang, bayangan, dan animasi.

Bisa dibilang, CSS ibarat sebuah cat dan kuas yang berfungsi mempercantik tampilan website, sedangkan HTML dalam hal ini berfungsi sebagai sketsanya.

Lewat CSS, website menjadi lebih enak dipandang dan memiliki navigasi yang nyaman (User Friendly).

Fungsi CSS

CSS merupakan bahasa pemrograman yang fungsi utamanya adalah untuk mempercantik struktur tampilan website.

Lewat bahasa program ini, web HTML yang semula berbentuk teks dan tabel biasa akan disulap menjadi sebuah antarmuka yang lebih menarik.

Tak hanya itu, Cascading Style Sheets juga memiliki beragam fungsi lainnya terutama untuk mempermudah proses pembuatan situs web.

Apa saja fungsi lain tersebut? Berikut penjelasannya secara lengkap:

1. Mengontrol Layout Website

Fungsi utama dari CSS yakni untuk mengontrol layout atau tata letak dari sebuah website.

Dengan CSS, programmer dapat menentukan posisi serta layout dari berbagai elemen di halaman web, seperti header, footer, kolom konten, dan sidebar.

Selain itu, bahasa program ini juga memungkinkan pembuatan layout responsif!

Dengan kata lain, website dapat tampil optimal di berbagai perangkat dengan ukuran layar yang berbeda-beda.

Cascading Style Sheets dapat memastikan sebuah website dapat diakses dengan mudah dan nyaman oleh pengguna di berbagai perangkay yang berbeda-beda.

Kemampuan untuk mengatur layout ini juga memberi kebebasan kepada programmer untuk bereksperimen pada desain web.

Misalnya, dengan menggunakan fungsi grid atau flexbox, programmer dapat mempercantik susunan elemen website tanpa harus mengubah struktur HTML.

2. Meningkatkan Daya Tarik Visual Website

Fungsi CSS yang kedua adalah untuk meningkatkan aspek visual dari sebuah website.

Melalui CSS, programmer dapat menambahkan warna, font, dan efek visual lainnya yang membuat website jadi terlihat lebih aesthetic.

fungsi css
Sumber Gambar: Jasa Pembuatan Website di Sribu.com

Selain itu, CSS memungkinkan implementasi efek visual seperti transisi dan animasi, yang dapat membuat interaksi pengguna menjadi lebih menarik dan dinamis.

Animasi sederhana saat mengganti halaman atau saat elemen muncul di layar dapat menciptakan user experience yang lebih menarik.

3. Optimalisasi Website untuk Berbagai Perangkat

Salah satu tantangan terbesar di dunia programming modern adalah bagaimana membuat website yang dapat diakses di berbagai perangkat dengan ukuran layar yang berbeda.

CSS memiliki fungsi yang dapat mengatasi tantangan tersebut, yakni melalui penggunaan fungsi media queries.

Media queries memungkinkan programmer untuk menerapkan style yang berbeda berdasarkan karakteristik perangkat, seperti ukuran layar, resolusi, dan orientasi.

Dengan kata lain, jenis-jenis website apapun otomatis akan menyesuaikan tampilannya untuk memberikan user experience yang optimal, baik itu di desktop, tablet, atau ponsel.

Kemampuan ini dapat meningkatkan aksesibilitas website yang juga berkontribusi untuk strategi optimasi SEO.

4. Mempercepat Proses Coding 

CSS adalah bahasa pemrograman yang mampu mempercepat proses pembuatan website.

Dengan cara merangkum style dalam satu file CSS, programmer dapat menerapkan style tersebut ke beberapa halaman web.

fungsi css
Sumber Gambar: Freepik

Tentu saja, hal ini akan mempercepat proses coding serta memudahkan maintenance atau update website di kemudian hari.

(Baca Juga: 9 Manfaat Website untuk Bisnis & Pemasaran Online)

Misalnya, jika perlu mengubah warna tema atau font di seluruh website, programmer hanya perlu melakukan perubahan coding di satu dokumen HTML saja.

Selain itu, penggunaan preprocessor CSS seperti Sass atau Less juga memungkinkan programmer untuk menulis coding yang lebih bersih dan modular dengan fitur seperti variabel dan fungsi.

Dengan kata lain, proses coding akan berjalan lebih cepat dan efisien, sehingga proyek website pun bisa selesai dengan tepat waktu.

Jenis-Jenis CSS Beserta Contohnya

css adalah

Setelah memahami definisi fungsi serta fungsi utamanya, kali ini saya akan membagikan beberapa jenis CSS yang paling sering digunakan oleh para programmer.

Langsung saja, ini dia 6 jenis CSS style yang sering digunakan programmer profesional dalam proses pembuatan website:

1. Inline CSS

Inline CSS digunakan untuk menerapkan style secara langsung pada elemen HTML.

Jenis ini memungkinkan perubahan style spesifik pada elemen inti website tanpa mempengaruhi elemen lain.

Meskipun praktis, penggunaan berlebihan inline CSS dapat membuat kode HTML menjadi berantakan dan sulit untuk di-maintain.

Contoh penggunaan inline CSS adalah sebagai berikut:

jenis dan contoh css

Pada contoh di atas, gaya teks berwarna biru dan ukuran font 20px hanya akan diterapkan pada paragraf tersebut, tanpa mempengaruhi elemen di paragraf lain.

2. Internal CSS

Internal CSS umumnya ditempatkan di dalam tag <style> pada bagian <head> dari dokumen HTML.

Jenis ini berguna untuk menerapkan style khusus pada satu halaman web.

Contoh penggunaan internal CSS adalah sebagai berikut:

jenis dan contoh css

Dalam contoh ini, semua elemen <h1> pada halaman akan memiliki teks berwarna merah, dan semua paragraf akan memiliki margin kiri sebesar 20px.

3. External CSS

External CSS adalah metode di mana style ditulis di dalam file terpisah dengan ekstensi .css dan dihubungkan ke dalam file HTML menggunakan tag <link>.

Jenis CSS ini mampu mempermudah implementasi style untuk situs web skala besar!

Sebab, jenis ini dapat mempercepat waktu muat halaman (loading), dan memfasilitasi penggunaan stylesheet yang sama di beberapa halaman.

Contoh penggunaan external CSS:

jenis dan contoh css

File styles.css tersebut berisi coding settingan CSS yang akan diterapkan pada seluruh halaman web yang menghubungkannya.

4. Responsive CSS

Responsive CSS digunakan untuk membuat desain atau tema website yang responsif, yaitu dapat menyesuaikan tampilannya berdasarkan ukuran layar atau perangkat yang digunakan.

Dengan teknik media queries, programmer dapat menentukan style berbeda untuk berbagai dimensi layar dan perangkat.

Contoh penggunaan responsive CSS dengan media queries:

jenis dan contoh css

Pada contoh ini, warna latar belakang body akan berubah menjadi lightblue pada perangkat dengan lebar layar maksimal 600px.

5. Preprocessor CSS

Preprocessor CSS, seperti (Sass, Less, dan Stylus), adalah jenis CSS yang memungkinkan programmer untuk menulis coding dengan cara yang lebih simpel dan efisien.

Jenis ini mampu mengkompilasi coding tertentu menjadi CSS, yang secara otomatis akan dibaca oleh browser.

Contoh penggunaan Sass:

jenis dan contoh css

Pada contoh ini, variabel $primary-color digunakan untuk menetapkan warna teks paragraf, memudahkan perubahan warna di seluruh stylesheet dengan mengubah nilai variabel tersebut.

6. CSS Frameworks

CSS Frameworks merupakan kumpulan coding setting CSS yang telah ditentukan sebelumnya, yang dapat digunakan untuk mempercepat proses development website.

Framework seperti Bootstrap, Foundation, dan Tailwind CSS menawarkan berbagai fitur, antara lain:

  • sistem grid,
  • komponen antarmuka yang dapat digunakan kembali,
  • dan utilitas bantuan untuk membuat desain responsif dan modern dengan lebih mudah.

(Baca Juga: 11 Plugin WordPress SEO Terbaik untuk Website Bisnis)

Penggunaan framework ini sangat membantu terutama bagi programmer yang ingin membangun situs atau aplikasi web dengan cepat tanpa harus menulis banyak CSS dari awal.

Contoh penggunaan Bootstrap untuk membuat button:

jenis dan contoh css

Dalam contoh ini, class btn dan btn-primary adalah bagian dari Bootstrap yang secara otomatis memberikan style pada button, termasuk warna latar, padding, dan efek hover, tanpa perlu penulisan CSS tambahan.

Cara Kerja CSS

css adalah
Sumber Gambar: Medium

CSS (Cascading Style Sheets) bekerja dengan cara mengasosiasikan coding settingan style dengan elemen HTML dalam dokumen web.

CSS menerapkan aturan styling kepada elemen-elemen dalam dokumen HTML berdasarkan selektor yang ditentukan.

Selektor ini dapat mengacu pada nama tag, ID, kelas, atau atribut lain dari elemen HTML.

Nantinya, selektor ini akan bekerja membantu programmer dalam menentukan elemen mana yang harus menerima oleh style tertentu tertentu.

(Baca Juga: 10 Contoh Website Toko Online Unik dari Berbagai Industri)

Dalam mekanisme kerjanya, CSS mengikuti prinsip “cascading”, di mana aturan style diterapkan sesuai dengan spesifisitas selektor, keberadaan style inline, dan urutan kode CSS itu sendiri.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setting atau aturan CSS dengan kapasitas tertinggi akan menjadi leads aturan lain yang kurang spesifik.

Dengan demikian, CSS memfasilitasi proses desain tampilan halaman web yang fleksibel, serta mempertahankan elemen pemisah antara struktur konten dan style visual.

Sudah Paham Tentang Apa itu CSS?

Css adalah bahasa pemrograman yang berfungsi untuk mempermudah proses pembuatan website, terutama dari segi desain dan tampilan layout.

Lewat CSS, programmer bisa menambah dan menyesuaikan style per layout dengan mudah tanpa harus merubah coding-nya satu per satu.

Tentu saja jelas, Cascading Style Sheets adalah sebuah inovasi yang sangat membantu, terutama untuk mempercepat proses coding serta untuk mempercantik tampilan website.

Nah, jika Anda sedang mencari programmer handal yang mengerti coding secara keseluruhan, silakan kunjungi jasa pembuatan website di Sribu!

Sribu mempunyai ratusan freelance web development yang siap membantu Anda menciptakan website profesional untuk berbagai kebutuhan.

Freelancer yang ada di Sribu telah melewati tahap seleksi serta kurasi yang ketat, guna menjamin kualitas skill kerjanya.

Jadi, tak usah ragu lagi! Segera kunjungi jasa pembuatan website di Sribu sekarang juga, dan dapatkan situs web profesional untuk kebutuhan Anda!

Jika dirasa artikel ini bermanfaat, silakan subscribe ke blog Sribu agar Anda selalu mendapatkan update artikel terbaru seputar ilmu web development masa kini

Kemudian, follow Instagram Sribu untuk beragam informasi serta konten menaik lainnya!

Semoga artikel ini bermanfaat bagi orang banyak!!

 

Giap Luwena
Sebagai seorang Penulis dan Blog Content Editor, saya berharap tulisan saya dapat membuka potensi baca bagi masyarakat Indonesia agar lebih memiliki pengetahuan terutama seputar dunia bisnis, pengembangan website, dan digital marketing