Cara Menerapkan AI Marketing untuk Membantu Strategi Pemasaran Bisnis

AI marketing untuk bisnis
Sumber: Unsplash/Campaign Creators

Transformasi digital membuat proses pemasaran berubah semakin cepat. Tim marketing tidak lagi hanya mengandalkan pekerjaan manual untuk membuat konten, membaca data, atau menjalankan campaign. AI marketing memungkinkan bisnis menggunakan artificial intelligence untuk membantu berbagai aktivitas pemasaran, mulai dari pembuatan konten, segmentasi audiens, otomatisasi campaign, hingga analisis performa.

Menurut IBM, AI marketing mencakup penggunaan teknologi seperti machine learning, analisis data, dan natural language processing untuk memahami pelanggan sekaligus membantu mengotomatisasi keputusan pemasaran. Bagi UMKM, penggunaan AI juga membuka peluang untuk menjalankan aktivitas marketing dengan lebih efisien meskipun memiliki anggota tim dan sumber daya yang terbatas.

Langkah Awal Menerapkan AI Marketing

Bisnis tidak harus langsung menggunakan banyak tools AI sekaligus. Mulailah dari satu masalah marketing yang paling terasa.

Jika produksi konten terlalu lambat, mulai dari tools AI untuk membantu brainstorming dan draft. Jika reporting memakan banyak waktu, coba otomatisasikan proses pengumpulan dan visualisasi data. Jika customer service menerima banyak pertanyaan yang sama, pertimbangkan chatbot untuk memberikan respons awal. Jika leads sulit dikelola, gunakan automation untuk mengategorikan dan meneruskan leads kepada tim yang sesuai.

Setelah satu use case berjalan dengan baik, bisnis dapat mengevaluasi hasilnya sebelum memperluas penggunaan AI ke bagian marketing lainnya. Penggunaan AI tidak terbatas pada pembuatan konten. Teknologi ini dapat diterapkan pada berbagai bagian customer journey.

Aktivitas Marketing Peran AI Contoh Penerapan
Pembuatan konten Membantu menghasilkan ide dan draft Caption, artikel, visual, video
Segmentasi audiens Mengelompokkan pelanggan berdasarkan data Berdasarkan perilaku, minat, atau transaksi
Lead management Membantu klasifikasi dan prioritas leads Lead scoring, routing, follow-up
Customer service Memberikan respons awal secara otomatis Chatbot, FAQ otomatis
Campaign analysis Membantu membaca performa campaign Identifikasi channel dan audience terbaik
Personalisasi Menyesuaikan pesan untuk tiap segmen Rekomendasi konten atau penawaran
Reporting Merangkum data secara otomatis Dashboard dan laporan rutin

AI dapat digunakan pada berbagai tahap marketing, tetapi bukan berarti semua proses harus langsung diotomatisasi. Bisnis sebaiknya memulai dari aktivitas yang paling sering dilakukan, paling menyita waktu, atau memiliki data yang cukup untuk dianalisis. Dengan pendekatan bertahap, tim dapat menguji manfaat AI pada satu kebutuhan terlebih dahulu sebelum memperluas penggunaannya ke proses marketing lainnya.

Peran dan Pemanfaatan AI dalam Bisnis

Sumber: Pexels/Jakub Dzerdzicki

Pembuatan konten merupakan salah satu penggunaan AI yang paling mudah diterapkan. AI dapat membantu tim marketing melakukan brainstorming, membuat draft tulisan, menghasilkan konsep visual, hingga mempercepat produksi gambar atau video. Misalnya, satu ide campaign dapat dikembangkan menjadi beberapa headline, caption media sosial, email, dan konsep visual menggunakan AI sebagai titik awal.

Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa oleh manusia. Tim marketing perlu memastikan bahwa informasi akurat, gaya komunikasi sesuai dengan brand, dan kontennya benar-benar relevan dengan audiens. Dengan demikian, AI lebih tepat digunakan sebagai creative assistant, bukan pengganti seluruh proses kreatif.

Selain membuat konten, AI dapat membantu bisnis mengolah data pelanggan. Data transaksi, aktivitas website, respons campaign, atau riwayat pembelian dapat digunakan untuk menemukan pola tertentu. Contohnya, bisnis dapat mengidentifikasi:

  • Pelanggan yang sering melakukan pembelian.
  • Produk yang sering dibeli bersamaan.
  • Segmen yang paling responsif terhadap campaign.
  • Pelanggan yang sudah lama tidak melakukan transaksi.
  • Perubahan minat terhadap produk tertentu.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat komunikasi marketing yang lebih relevan. Menurut IBM, AI juga dapat digunakan untuk segmentasi pelanggan dan personalisasi dengan menganalisis karakteristik, minat, dan perilaku pengguna.

Otomatisasi Marketing dengan AI

Banyak aktivitas marketing memiliki pola yang berulang. Misalnya, calon pelanggan mengisi formulir website. Data kemudian harus masuk ke CRM, tim sales diberi tahu, pelanggan menerima email, dan informasi tersebut masuk ke laporan. Dengan automation, rangkaian proses tersebut dapat dijalankan secara otomatis.

AI kemudian dapat ditambahkan untuk melakukan tugas yang lebih kompleks, seperti membaca informasi dari lead, membuat ringkasan, mengategorikan kebutuhan pelanggan, atau membantu menentukan follow-up yang sesuai. Hasilnya, tim dapat mengurangi pekerjaan administratif dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk strategi serta optimasi campaign.

Tidak semua proses manual merupakan masalah. Namun, beberapa aktivitas dapat menjadi tidak efisien ketika volume pekerjaan terus bertambah. Beberapa contohnya adalah:

  • Membuat laporan campaign secara manual.
  • Memindahkan data dari satu platform ke platform lainnya.
  • Menjawab pertanyaan pelanggan yang sama berulang kali.
  • Membuat variasi konten dalam jumlah besar.
  • Mengelompokkan leads satu per satu.
  • Mengolah data customer dari banyak sumber.
  • Mengirim follow-up campaign secara manual.

Jika aktivitas tersebut terus menghabiskan waktu tim, AI dan automation dapat menjadi salah satu solusi yang dipertimbangkan.

Batas Penggunaan AI dan Peran Manusia dalam Marketing

Sumber: Unsplash/Igor Omilaev

Tidak semua pekerjaan marketing sebaiknya diserahkan kepada AI. AI lebih cocok untuk aktivitas yang memiliki pola jelas, membutuhkan pemrosesan data, atau dilakukan secara berulang. Sementara itu, manusia tetap memiliki peran penting dalam aktivitas yang membutuhkan:

  • Pemahaman mendalam terhadap brand.
  • Empati terhadap pelanggan.
  • Pengembangan strategi.
  • Ide kreatif yang unik.
  • Negosiasi.
  • Pengambilan keputusan yang memiliki konsekuensi besar.

Contohnya, AI dapat membantu membuat beberapa variasi copy iklan. Namun, tim marketing tetap perlu memilih pesan yang paling sesuai dengan positioning brand. Pendekatan terbaik biasanya bukan AI versus manusia, tetapi bagaimana keduanya bekerja bersama.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menggunakan AI Marketing

Sebelum memilih tools atau membuat automation, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Masalah marketing yang ingin diselesaikan.
  • Data yang akan digunakan.
  • Tools yang sudah digunakan tim.
  • Kemampuan integrasi antar-platform.
  • Keamanan dan privasi data.
  • Biaya software atau API.
  • Kemampuan tim menggunakan teknologi tersebut.

Hindari memilih tools hanya karena memiliki fitur paling banyak. Tools terbaik adalah yang mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang sesuai dengan workflow dan sumber daya bisnis.

Solusi AI untuk Kebutuhan Marketing di Sribu

AI marketing dapat dimulai dari penggunaan sederhana seperti pembuatan konten hingga sistem yang menghubungkan banyak proses marketing sekaligus. Melalui kategori layanan AI di Sribu, bisnis dapat menemukan freelancer untuk berbagai kebutuhan berbasis AI. Untuk kebutuhan konten, tersedia layanan seperti Pembuatan Gambar & Ilustrasi AI dan Pembuatan Video AI.

Dengan pendekatan yang tepat, AI tidak harus menggantikan strategi marketing yang sudah berjalan. Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu tim bekerja lebih efisien, memahami data dengan lebih baik, dan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi.

Tegar Pribadi Islami
Tegar Pribadi Islami adalah seorang praktisi Performance Marketing dan SEO di Sribu. Melalui skill di bidang digital tersebut, ia punya ketertarikan yang besar pada penggabungan strategi pemasaran dan perkembangan teknologi AI untuk membantu bisnis berkembang lebih pesat.